Showing posts with label Hardware. Show all posts
Showing posts with label Hardware. Show all posts

Saturday, July 4, 2009

USB 3.0 Segera Hadir Tahun Ini


USB 3.0 baru saja disahkan sebagai standar koneksi USB terbaru. Ada rumor bahwa USB 3.0 akan digunakan untuk PC, paling lambat tahun ini sudah bisa diadopsi bagi computer desktop. Produsen PC Taiwan menjadi perusahaan pertama yang menambilkan teknologi USB 3.0.

Kecepatan USB 3.0 lebih menjanjikan, memiliki tranfer rate sampai 5 GBits/s. Sebagai catatan, USB 2.0 hanya memiliki kecepatan transfer Rate 480 Mbit/s (60 MB/s) ketika diperkenalkan pada tahun 2001. Jadi kecepatan USB 3.0 sekitar 10x lipat dibanding USB 2.0.

NEC mulai mengirim host controller chip untuk USB 3.0, dan akan berproduksi penuh pada bulan September.

Wednesday, April 22, 2009

Chip dan Processor 28nm Segera Muncul


Sejak beberapa bulan lalu, Intel, ARM, dan AMD saling pamer teknologi proses 32-nanometer masing-masing. Namun prestasi mereka itu tidak akan bertahan lama. Segera muncul teknologi proses yang lebih kecil, 28nm.

Sebuah tim yang terdiri dari IBM, Chartered Semiconductor Manufacturing Ltd, GLOBALFOUNDRIES, Infineon Technologies, Samsung Electronics Co Ltd, dan STMicroelectronics sedang mengerjakan teknologi proses 28nm. Bersama-sama mereka mengembangkan teknologi proses CMOS (complementary metal oxide semiconductor) 28-nanometer, high-k metal gate (HKMG), low-power.



Ini berarti akan hadir chip-chip yang lebih kecil, lebih hemat energi yang dapat memproses informasi dengan lebih sedikit daya. Tim tersebut mengatakan bahwa platform teknologi rendah-daya, 28nm akan menguntungkan berbagai perangkat MID (mobile internet device) dan UMPC (ultra mobile PC), maupun netbook, dan juga ponsel pintar.

Tim tersebut cukup cerdik dengan menyiapkan jalur transisi 32nm-ke-28nm sehingga para kliennya dapat memulai desainnya pada teknologi HKMG 32nm, kemudian bertransisi ke teknologi 28nm untuk memanfaatkan densitas dan power, tanpa perlu melakukan desain ulang secara besar-besaran.

Hasil awal dengan beberapa klien dan mitra menunjukkan bahwa platform teknologi 28nm dapat memberikan peningkatan kinerja 40 persen dan lebih dari 20 persen penghematan daya—semua dari sebuah chip yang berukuran setengah —dibandingkan teknologi 45nm.



Sumber:Kompas

Monday, January 26, 2009

Tes VGA onboard vs VGA Add-on Value


Benarkah performa antara video card value berharga 1 jutaan hampir seimbang dengan VGA onboard yang paling canggih saat ini?

Pengguna sering dibuat bingung dengan hal ini. Lebih baik mana, membeli video card add-on dengan harga murah (di bawah Rp1 jutaan), atau membeli sebuah motherboard yang sudah memiliki video card terintegrasi yang saat ini ada di kisaran harga US$70 sampai dengan US$100?

Ada beberapa chipset yang bermain untuk video card terintegrasi yang saat ini banyak beredar di pasaran. Dan yang paling menonjol adalah tiga produsen chipset dari Intel, nVIDIA, dan AMD (ATi).



Intel
Graphic integrated dari intel sering juga disebut dengan Intel Graphics Media Accelerator (GMA) di mana saat ini chipset yang paling baru yang dimiliki olehnya adalah X3500. Chipset ini sudah mendukung teknologi terbaru dari video card seperti HDR dan SM3.0. Dari beberapa motherboard yang menggunakan chipset onboard VGA, motherboard yang menggunakan onboard VGA Intel GMA X3500 inilah yang memiliki nilai paling tinggi di antara yang lain.

nVIDIA
Terkenal dengan produk video card add-on tidak menyurutkan produsen yang satu ini untuk bermain di kelas onboard VGA. Chipset terbaru yang dikeluarkan oleh nVIDIA adalah GeForce 6150. Untuk kelas onboard VGA memang teknologi yang dimiliki oleh chipset ini cukup bagus, apalagi dilihat dari sisi kestabilan yang sangat stabil. Berbeda dengan beberapa pesaingnya yang masih memiliki bugs, baik dari sisi driver atau sisi hardware-nya.

AMD (ATi)
Pengakuisisian AMD terhadap ATi memaksa onboard VGA yang tadinya juga bernama ATi berganti nama menjadi AMD. Chipset paling baru dari AMD adalah seri 7 seperti 790X dan 790FX, namun chipset seri 7 ini tidak mendukung adanya onboard vga, sehingga untuk onboard vga AMD lebih mengandalkan chipset seri 5 dengan 580X yang sudah memiliki teknologi crossfire dan seri 6 seperti 690 yang sudah mendukung Windows Vista dan fitur AVIVO yang biasanya hanya ada dalam video card add-on saja.

Tes
Kami melakukan tes benchmark untuk membuktikan bahwa video card add-on murah berharga Rp1 jutaan memiliki performa yang tidak jauh berbeda dengan onboard vga atau yang sering disebut dengan Integrated Graphic Processor (IGP).

Untuk pengujian video card Rp1 jutaan kami ambil sampel, yaitu Albatron GeForce 8400 GS yang memiliki harga pasaran US$57 atau sekitar Rp500 ribuan. Platform yang kami gunakan untuk mengujinya adalah Intel dengan processor Intel Core 2 Extreme QX6800 yang memiliki core clock 2.9 GHz. Motherboard yang kami gunakan adalah ASUS P5WDH Deluxe dengan chipset Intel 975X. Kami menggunakan RAM berjenis DDR2 PC-6400 sebanyak dua buah dengan kapasitas total 2 GB dengan teknologi dual channel aktif. Media penyimpanan adalah hardisk SATA WD Raptor WD740ADFD dengan kapasitas 74 GB. Optical drive yaitu ASUS Combo CB-5216A DVD-CDRW.

Untuk pengujian motherboard dengan video card onboard kami memilih produk dari ASUS, yaitu ASUS P5E-VM HDMI yang saat ini dipasaran kurang lebih berharga sekitar US$135. Motherboard ini menggunakan chipset dari Intel untuk onboard VGA-nya, yaitu Intel GMA X3500. Motherboard ini kami pilih karena dari sekian banyak motherboard yang kami test, onboard VGA dari produk inilah yang memiliki performa paling baik.
Result Performa
Setelah kami melakukan tes benchmark, dari hasilnya terlihat bahwa pernyataan bahwa performa vga add-on berharga Rp1 jutaan hampir sama dengan VGA onboard tidak bisa dibuktikan. Dari hasil test yang ada sudah terbukti bahwa perbedaan antara keduanya terlampau jauh. Memang teknologi dari VGA add-on sudah bisa diadopsikan ke dalam VGA onboard, namun tetap saja performa yang dihasilkan memiliki perbedaan yang sangat jauh. VGA Add-on lebih bagus daripada VGA onboard terbaik saat ini.

Kesimpulan
Performa yang jauh berbeda sudah pasti akan membuat Anda berpikir ulang. Namun, yang perlu Anda ingat bahwa pemilihan vga card, baik itu add-on ataupun onboard harus sesuai dengan fungsi yang akan Anda lakukan terhadap komputer Anda tersebut, selain juga dari sisi budget.

Jika Anda bertujuan ingin bermain game-game 3D secara lebih puas dan mengharapkan saat Anda menggunakan software grafis tidak terjadi “lag” pada komputer Anda, pilihlah VGA add-on. Namun jika hanya bertujuan menjadikan komputer Anda sebuah home entertainment, bekerja hanya menggunakan word processing atau spread sheet dan sesekali bermain game tetris, atau solitaire, tidak bijak rasanya jika Anda tetap memilih VGA add-on sebagai patokan yang akan Anda beli. Dengan pekerjaan seperti itu, rasanya cukup bagi komputer Anda untuk memakai vga card add-on.

Dari hasil test terlihat jelas bahwa performa di antara keduannya jauh berbeda, memang bukan pada kelasnya jika membandingkan keduanya secara head to head.



Sumber:PCMEDIA