Sudah lama sekali saya tidak ngeblog di blog ini.hehe.maklum beberapa waktu yang lalu saya di sibukkan oleh berbagai kesibukan yang tidak bisa saya hindarkan*ceritanya orang sibuk gitu.hehe.saat ini saya mencoba akan menulis kembali blog ini tapi saya bingung mau tulis apa.hehe :D
Tapi tenang saya akan menulis sesuai dengan latar belakang pendidikan saya bukan latar rumah.hehe.biar tidak banyak cingcong dan banyak basa-basi, kita langsung aja ya.cekidot yoooow.hehe
Saya menulis blog ini sambil kerja&sambil menunggu panggilan telepon kalau ada yang trouble sama komputer*emang gw pikirin.hehe. Di sini saya akan mencoba membahas sedikit tentang mengenai bagaimana merecovery sebuah laptop dengan berbagai merk :D
Berikut ini adalah daftar tombol
recovery netbook untuk netbook-netbook yang banyak beredar dipasaran.
= TOSHIBA RECOVERY PARTITION =
Untuk merestore laptop Toshiba ke setting aslinya:
Tips 1 :
- Restart laptop/komputer.
- Tekan secara cepat tombol
keyboard F8 sampai muncul layar menu “Advanced Boot Option”.
- Pilih “Repair Your Computer”
> .
- Pilih lokasi negara >>
OK.
- Pada layar “System Recovery
Options” pilih “Restore Application”.
- Ikuti instruksi selanjutnya
pada layar.
- Sewaktu muncul pesan prompt,
pilih “Full Factory Recovery”.
- Pilih tombol “Next” >>
Yes.
- Setelah beberapa menit proses
recovery akan selesai.
Tips 2 :
- Tombol
yang digunakan adalah angka nol "0" Caranya:
- Matikan
Computer total (shutdown)
- Tekan
Tombol “0″ dan nyalakan Computer
- Lepas
Tombol “0″ tersebut setelah muncul software restore di layar.
- Ikuti
instruksi yang muncul
= SONY VAIO RECOVERY CONSOLE =
- Restart
komputer. Sewaktu layar VAIO muncul tekan F8.
- Di
menu “Advanced Boot Options”, pilih “Repair YourComputer” trus ENTER.
- Di jendela
“System Recovery Options”, klik Next. Isi username & password (kalau
ada).
- Pada
menu “Choose a recovery tool”. Pilih salah satu menunya.
- Kalau
mau reset PC ke factory settingnya, pilih menu “VAIO Recovery Center”.
= ACER RECOVERY SYSTEM RECOVERY PARTITION =
Restart
laptop/notebook.
- Pada
saat layar menu BIOS Acer yg warna putih muncul, tekan tombol Alt lalu
tekan tombol F10 untuk masuk ke menu “Acer eRecovery”.
- Kalau
‘eRecovery’ sudah di-load, klik “Restore to Factory Default Settings”.
- Klik
OK untuk lanjut.
- Proses
recovery oleh Acer eRecovery akan mengupdate semua data pada partisi/drive
C:\ dan mengembalikannya dalam sebuah file image dalam sistem laptop Acer
agan (kira2 makan waktu 10 menit).
- Kalau
eRecovery sudah selesai recover, tekan OK untuk restart kembali laptop.
- (WARNING:
Semua data akan dihapus dalam proses recovery ini dan setting laptop agan
akan dikembalikan ke setting asli pabrikannya, jd harap berhati2 dlm
me-recover-nya!)
= HP COMPAQ SYSTEM RECOVERY =
- Nyalakan/restart
laptop Compaq.
- Tekan
tombol F10/F11 secara cepat dan berulang-ulang sampai muncul logo HP atau
Compaq.
- Akan
muncul layar menu recovery, tekan tombol Next lalu Yes untuk proses
recovery non-destruktif.
- Kalau
mau recovery yg mode destruktif, klik tombol “Advanced” lalu tekan Yes.
- Setelah
proses recover selesai, laptop akan restart.
= DELL
SYSTEM RECOVERY PARTITION =
- Nyalakan/restart
laptop Dell.
- Pada
saat logo Dell-nya muncul, tekan tombol Ctrlbersamaan dengan tombol F11.
- Layar
menu Dell PC Restore otomatis akan muncul.
- Pilih
“Restore” atau gunakan tombol Tab untuk menanda/highlight-nya lalu tekan .
- Klik
tombol “Confirm”, atau pakai tombol Tab untuk menanda/highlight-nya lalu
tekan .
- Kalau
utilitinya sudah selesai, klik tombol “Finish”.
Tombol yg perlu di ingat
= CATATAN =
- Kebanyakan
system dalam laptop/notebook tipe baru punya partisi recovery. Masalahnya,
partisi tsb dari sononya disembunyiin dan tidak di-set aktif. Solusinya,
pakai Ultimate BootCD atau CD/DVD recovery eksternal untuk melihat dan
mengubah partisi tersembunyi tsb, trus jadiin partisinya aktif dan un-hide.
Jadi, kamu bisa masuk ke menu recoverinya untuk nge-reset.
- Cara
recovery ala pabrikan seperti ini akan menghapus semua data/file/software
agan TERMASUK PARTISI didalamnya, jd disarankan backup dulu data2 ke media
lain (DVD ato HDD eksternal) sebelum melakukannya.
Sumber: