Monday, January 26, 2009

Gawat, Conficker Merajalela di Asia


Pengguna internet diingatkan untuk hati-hati terhadap virus Conficker. PC di Asia dan Amerika Latin telah menjadi korban terbesar, dimana infeksi diperkirakan mencapai 6 hingga 9 juta di seluruh dunia.

Menurut Symantec, China dan Argentina merupakan negara yang paling parah dimana serangan mulai terjadi pada dua bulan lalu. Berdasarkan penelusuran Symantec, China menunjukkan 29% infeksi dan Argentina di tempat kedua 11%.

"Kami tidak melihat infeksi yang mendekati angka itu di Eropa Barat dan Amerika Utara,” kata Alfred Huger, vice president Symantec Security Response.


Worm atau virus yang bisa mereplikasi dirinya sendiri itu dikenal dengan beragam nama alias. Virus ini bisa menyebar karena cacat di Windows Server service yang ditambal Microsoft Oktober lalu.

Conficker juga dapat menginfeksi dengan menebak password dan menyebar melalui USB flashdisk yang dihubungakn ke komputer.

Tingkat infeksi di AS hanya mencapai 1 persen.


Sumber:INILAH

Windows 7 beta , download diperpanjang


Sampai 10 Februari 2009 bagi yang masih mendownload

Microsoft kembali memperpanjang Windows 7 beta untuk di download sampai 10 Februari 2009. microsoft Windows Communications Manager, Brandon LeBlanc mengatakan alasan perpanjangan tersebut mengingat banyak yang ingin mencoba OS baru dari Microsoft.

Sampai tanggal 27 Januari, adalah batas untuk mendownload
Sampai tanggal 10 Februari adalah batas secepatnya mereka yang belum selesai mendownload
Dan 12 Februari menjadi batas waktu terakhir untuk menyelesaikan file ISO yang didownload.

Sampai sekarang pun penulis belum mencoba windows 7 meskipun dalam masih tahapan Beta.

Berikut Penulis kasih link yang langsung mengarah ke Microsoft.

Link:
1.32 Bit
2.64 Bit

1.32 Bit Key Activate
2.64 Bit key Activate

Sumber:Obengware

Tes VGA onboard vs VGA Add-on Value


Benarkah performa antara video card value berharga 1 jutaan hampir seimbang dengan VGA onboard yang paling canggih saat ini?

Pengguna sering dibuat bingung dengan hal ini. Lebih baik mana, membeli video card add-on dengan harga murah (di bawah Rp1 jutaan), atau membeli sebuah motherboard yang sudah memiliki video card terintegrasi yang saat ini ada di kisaran harga US$70 sampai dengan US$100?

Ada beberapa chipset yang bermain untuk video card terintegrasi yang saat ini banyak beredar di pasaran. Dan yang paling menonjol adalah tiga produsen chipset dari Intel, nVIDIA, dan AMD (ATi).



Intel
Graphic integrated dari intel sering juga disebut dengan Intel Graphics Media Accelerator (GMA) di mana saat ini chipset yang paling baru yang dimiliki olehnya adalah X3500. Chipset ini sudah mendukung teknologi terbaru dari video card seperti HDR dan SM3.0. Dari beberapa motherboard yang menggunakan chipset onboard VGA, motherboard yang menggunakan onboard VGA Intel GMA X3500 inilah yang memiliki nilai paling tinggi di antara yang lain.

nVIDIA
Terkenal dengan produk video card add-on tidak menyurutkan produsen yang satu ini untuk bermain di kelas onboard VGA. Chipset terbaru yang dikeluarkan oleh nVIDIA adalah GeForce 6150. Untuk kelas onboard VGA memang teknologi yang dimiliki oleh chipset ini cukup bagus, apalagi dilihat dari sisi kestabilan yang sangat stabil. Berbeda dengan beberapa pesaingnya yang masih memiliki bugs, baik dari sisi driver atau sisi hardware-nya.

AMD (ATi)
Pengakuisisian AMD terhadap ATi memaksa onboard VGA yang tadinya juga bernama ATi berganti nama menjadi AMD. Chipset paling baru dari AMD adalah seri 7 seperti 790X dan 790FX, namun chipset seri 7 ini tidak mendukung adanya onboard vga, sehingga untuk onboard vga AMD lebih mengandalkan chipset seri 5 dengan 580X yang sudah memiliki teknologi crossfire dan seri 6 seperti 690 yang sudah mendukung Windows Vista dan fitur AVIVO yang biasanya hanya ada dalam video card add-on saja.

Tes
Kami melakukan tes benchmark untuk membuktikan bahwa video card add-on murah berharga Rp1 jutaan memiliki performa yang tidak jauh berbeda dengan onboard vga atau yang sering disebut dengan Integrated Graphic Processor (IGP).

Untuk pengujian video card Rp1 jutaan kami ambil sampel, yaitu Albatron GeForce 8400 GS yang memiliki harga pasaran US$57 atau sekitar Rp500 ribuan. Platform yang kami gunakan untuk mengujinya adalah Intel dengan processor Intel Core 2 Extreme QX6800 yang memiliki core clock 2.9 GHz. Motherboard yang kami gunakan adalah ASUS P5WDH Deluxe dengan chipset Intel 975X. Kami menggunakan RAM berjenis DDR2 PC-6400 sebanyak dua buah dengan kapasitas total 2 GB dengan teknologi dual channel aktif. Media penyimpanan adalah hardisk SATA WD Raptor WD740ADFD dengan kapasitas 74 GB. Optical drive yaitu ASUS Combo CB-5216A DVD-CDRW.

Untuk pengujian motherboard dengan video card onboard kami memilih produk dari ASUS, yaitu ASUS P5E-VM HDMI yang saat ini dipasaran kurang lebih berharga sekitar US$135. Motherboard ini menggunakan chipset dari Intel untuk onboard VGA-nya, yaitu Intel GMA X3500. Motherboard ini kami pilih karena dari sekian banyak motherboard yang kami test, onboard VGA dari produk inilah yang memiliki performa paling baik.
Result Performa
Setelah kami melakukan tes benchmark, dari hasilnya terlihat bahwa pernyataan bahwa performa vga add-on berharga Rp1 jutaan hampir sama dengan VGA onboard tidak bisa dibuktikan. Dari hasil test yang ada sudah terbukti bahwa perbedaan antara keduanya terlampau jauh. Memang teknologi dari VGA add-on sudah bisa diadopsikan ke dalam VGA onboard, namun tetap saja performa yang dihasilkan memiliki perbedaan yang sangat jauh. VGA Add-on lebih bagus daripada VGA onboard terbaik saat ini.

Kesimpulan
Performa yang jauh berbeda sudah pasti akan membuat Anda berpikir ulang. Namun, yang perlu Anda ingat bahwa pemilihan vga card, baik itu add-on ataupun onboard harus sesuai dengan fungsi yang akan Anda lakukan terhadap komputer Anda tersebut, selain juga dari sisi budget.

Jika Anda bertujuan ingin bermain game-game 3D secara lebih puas dan mengharapkan saat Anda menggunakan software grafis tidak terjadi “lag” pada komputer Anda, pilihlah VGA add-on. Namun jika hanya bertujuan menjadikan komputer Anda sebuah home entertainment, bekerja hanya menggunakan word processing atau spread sheet dan sesekali bermain game tetris, atau solitaire, tidak bijak rasanya jika Anda tetap memilih VGA add-on sebagai patokan yang akan Anda beli. Dengan pekerjaan seperti itu, rasanya cukup bagi komputer Anda untuk memakai vga card add-on.

Dari hasil test terlihat jelas bahwa performa di antara keduannya jauh berbeda, memang bukan pada kelasnya jika membandingkan keduanya secara head to head.



Sumber:PCMEDIA